Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siapkan IKN agar menjadi Smart City, Kampus harus aktif mendorong penguasaan teknologi

 
Siapkan IKN jadi Smart City

Pada tahun 2022, sektor industri pengolahan non-migas menjadi penopang pertumbuhan ekonomi yang impresif di Indonesia. Pemerintah mengembangkan beberapa program prioritas untuk meningkatkan kontribusi industri tersebut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), termasuk meluncurkan inisiatif Making Indonesia 4.0 sebagai peta jalan terintegrasi untuk menyiapkan industri nasional menghadapi era industri digital. Dengan adanya program ini, diharapkan pertumbuhan PDB dapat meningkat sebesar 1%-2% per tahun untuk periode 2018-2030, dan akan menciptakan lebih dari 10 juta lapangan pekerjaan tambahan serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur pada 2030 hingga lebih dari 25%.


Di masa depan, industri nasional juga perlu mempersiapkan diri menghadapi era Society 5.0 yang merupakan konsep di mana kehidupan masyarakat lebih terdigitalisasi. Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Ibu Kota Nusantara sebagai contoh penerapan smart city yang dapat menyiapkan masyarakatnya untuk masuk dalam era Society 5.0.


Pemerintah juga sedang mengupayakan percepatan transisi energi nasional melalui pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dan pengembangan Pembangkit Listrik berbasis Energi Baru Terbarukan seperti wind turbine dan solar panel. Upaya transisi energi ini memerlukan pengembangan teknologi yang inovatif dan terjangkau, seperti pengembangan carbon capture dan storage.


Indonesia masih mengalami ketergantungan impor bahan baku/barang penolong industri, sehingga perlu terus melakukan program substitusi impor dengan pengembangan industri berbasis teknologi dan R&D. Di tahun 2030, Indonesia menargetkan untuk masuk dalam 10 Ekonomi Terbesar Dunia, dan Menko Airlangga berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan industri dapat tercapai, sehingga kemandirian dan kedaulatan teknologi dapat terwujud. Pemerintah telah menyediakan fasilitas PIDI 4.0, Indonesia Manufacturing Centre, dan R&D Centre untuk mendukung hal tersebut.


menjadi salah satu kunci yang bisa dikembangkan di kampus, termasuk di UGM, khususnya Fakultas Teknik,” jelas Menko Airlangga.


Turut hadir dalam acara yang bertema “Membangun Kedaulatan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0” yakni antara lain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemenristek/BRIN, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Indonesia.


Dalam era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, pengembangan teknologi dan inovasi menjadi hal yang sangat penting bagi kemajuan suatu negara. Melalui program-program dan inisiatif yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia, diharapkan industri nasional dapat semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat global. Selain itu, peran perguruan tinggi, termasuk Fakultas Teknik di UGM, juga sangat penting dalam mendukung pengembangan teknologi dan inovasi di Indonesia.

Post a Comment for "Siapkan IKN agar menjadi Smart City, Kampus harus aktif mendorong penguasaan teknologi"